Showing posts with label sensor o2. Show all posts
Showing posts with label sensor o2. Show all posts

Saturday, July 8, 2017

GANTI SENSOR O2, TARIKAN MOTOR KEMBALI ENAK

Kembali saya posting tentang Sensor O2 yang telah saya janjikan kemaren, untuk kali ini saya akan membahas hasil dari penggantian sensor O2 dengan yang baru karena sensor saya sebelumnya bermasalah.


nah dari kejadian tersebut tarikan motor bener kerasa kacau banget, wlpn kode errornya ga ada lagi, cek busi putih terus padahal udah di atur tuh setingan CO nya, ganti injector pun sama juga ga ketemu setingan yang pas, sering was was kalau motor di pake jarak jauh ngeri ngeri gimana gitu sampe akhirnya terpaska sementara motor "dirumahkan" dan pake motor lain, Kamen Rider Black a.k.a Aerox 155 VVA, ups tp saya ga bakal bahas tentang Aerox di mari,hahahaha, setalah lama Inden Sensor O2 nya akhirnya ada juga, dan pas pulang ke sukabumi langsung deh ganti,

nah buat ganti sendiri cukup merepotkan karena kita harus buka cover plastik yang menutupi mesin dan karena sempit susah jg buat lepasny. buat melepasnya kita bisa pake kunci pas 17mm. klo ga bisa sendiri mending di bawa kebengkel aja yah... oh iya buat harganya sendiri berkisar 222rb, perlu di ingat juga untuk sparepart ini biasany ga ready stok jd harus inden, dan jangan kaget juga klo misal nanti di kasih kode partnya engga 54P, tapi misal 1SH, sama aja ko , buat sensor O2 yamaha relatif semua sama. saya jg dapet bukan untuk x-ride tapi buat R15 klo ga salah,

Dan Setelah di bongkar Bagian coating ceramicnya (Zirconia Electrlyte)pecah sehingga membuat, protection cube nga melenting keluar, dan membuat pembacaan sensor error. Tegangan yang di hasilkan dr jumlah kandungan oksigen di dalam gas buang error, sehingga proses pembakaran yg sempurna tidak tercapai yg di akibatkan asupan bahan bakar tidak sesuai dengan kebutuhan mesin,
 
 






udah liat kan foto-fotonya di atas rada melenting tuh sensor lamanya, nah untuk penyebabnya sendiri saya tidak tau pasti kenapa bisa begitu mengingat bahan yang digunakan untuk sensor O2 ini mempunyai daya tahan terhadap panas yang cukup tinggi, saya tidak bisa berpraduga penyebab masalahnya dari mana yah mungkin karena sempet dulu mesin over heat karena oli kering dan sempet juga tuh sensor O2 longgar, dan karena pernah modifikasi juga tuh sensor buat pasang resistor, terus disambung lagi dan kabelnya putus(karena cuman pake kleman doank ga disolder). Selebihnya sih udah saya jelasin kerusakan sensor O2 dipostingan sebelumnya. klo masih pensaran penyebabnya silahkan buka kembali postingan saya kemaren.

Baca Juga : mengenal-lebih-dalam-tentang-sensor-o2

Trus apa yang dirasain setelah ganti sensor O2???

Hal pertama yang saya rasain suara knalpot lebih padet, lebih keras dari sebelumnya blar blar blar di knalpot tsukigi dan dirasa rasain emang buat tenaga ada perubahan wlpn blm signifikan, oke terus saya ganti dengan Knalpot KLX,,boommm suaranya makin ngebas, wlpn pas dipake jalan serasa ketahan , akhirnya saya balikin lagi deh tuh pake knalpot Tsukigi wah bener keluar lagi tenaga, walapun jadi lebih ngeri dipake dijalan karena suara knalpotnya jadi lebih keras, mungkin yah setelah ganti sensor O2 ini suplay bahan bakar ke mesin jadi bener sesuai kebuthan mesin lagi makanya ada perubahan baik dari mesin dan suara knalpot, dan komsumsi bahan bakar,  klo pake bahas inggrinyas sih begini

"When you have a BAD OXYGEN SENSOR, your vehicle will run less efficiently, it can sometimes have a poor idle, erratic jerking at steady throttle, hard starting problems, cause the check engine light to come on, and will cause high fuel consumption." 

yap setelah ganti konsumsi bahan bakar pun malah jadi lebih irit tuh bensin ga turun turun padahal udah dipake muter muter jauh dan yah offroad2an juga, yang biasanya tuh turunnya cepet banget oek fix ketemu permasalah selama ini, diakibatkan karena sensor O2 yang emang ga bener, 
perlu diketahui bahwa sensor O2 ini komponen yang jarang sekali rusak, kalau tidak ada kesalahan dari pengguna karena ada modifikasi di bagian sensor, sensor o2 ini masih bisa di bersihkan dengan cairan khusus pembersih sensor yang bisa di beli di toko automotif untuk melepas sisa sisa karbonnya,. sensor o2 yang rusak tidak bisa diperbaiki, jd kalau rusak harus ganti, kerusakan sensor O2 biasanya di tandai dengan nyala lampu mil sebanyak 24 kali, jika dengan alat Yamaha Diagnotis Tools tidak bisa di clear Errornya maka sudah bisa dipastikan sensor itu rusak, dan kalau pun bisa di hapus dan lampu tidak menyala kembali namun tidak ada perubahan pada tarikan motor maka bisa jadi sensor tersebut rusak, jadi rawatlah kendaraan ada sebaik baiknya dan jangan kebanyakan Experiment kaya saya , karena Experiment saya untuk kepuasan dan untuk mengatasi permasalahan yang ada dan untuk di sajikan di blog ini, terima kasih untuk pembaca setia blog saya.

Friday, July 7, 2017

MENGENAL LEBIH DALAM TENTANG SENSOR O2, PENGARUNYA TERHADAP MOTOR???

 
Oke pembaca setia blog xriderindonesia, kali ini saya akan membahas salah satu komponen sensor yang berada di motor x-ride, komponen yang akan saya bahas adalah Sensor O2 atau di kenal juga dengan nama Air Fuel Ratio Sensor yaitu sensor yang mengatur Suplay Bahan Bakar dan campuran udara ke mesin , kenapa saya bahas komponen ini??? yup karena ternyata sensor satu ini fungsinya lumayan "vital" mempengaruhi kinerja mesin kita loh. selain belajar dari pengalaman juga hasil baca baca artikel dalam dan luar negeri dan di dapatlah satu pemikiran saya ya mungkin sama juga sama orang lain tentang sensor O2 ini yang nantinya berhubungan pada seting CO dll nya. yuk simak dulu penjelasan tentang sensor O2

pertama tama kita pelajari mekanisme sensor O2

Sensor O2 bekerja dengan membaca kadar oksigen yang terkandung dalam gas buang, memberi informasi kepada ECU (Electronic Control Unit) untuk mengatur debit BBM yang diinjeksikan/disemprotkan dari Inejctor kedalam ruang bakar supaya gas buang masih sesuai dengan peraturan yang ditetapkan (Aturan EURO 3 dan sebagainya).
Mekanisme O2 Sensor :
  • Sensor O2 akan membandingkan jumlah O2 dari sisa pembakaran dengan O2 udara luar.
  • Selanjutnya hasil perbandingan O2 ini di konversikan oleh ZrO2 (Zirconia electrolyte) menjadi arus listrik.
  • Arus listrik inilah yang akan di kirimkan ke ECU sebagai informasi hasil pembakaran yang terjadi pada ruang bakar.
Dari reaksi kimia di atas akan menghasilkan Tegangan listrik tenagangan yang di hasilkan berkisar dari 0-1Volt , ketika sensor O2 membaca hasil pembakaran yang menghasilkan voltase di bawah 0,5 Volt (campuran terlalu miskin/kering) atau di atas 0,5 Volt (campuran terlalu kaya/basah), nah tengangan ini lah yang akan dikirimkan oleh sensor O2 ke ECU sebagai hasil dari pembakaran di ruang bakar pada mesin, kemudian ECU akan memerintahkan Injector untuk mengurangi/menambah debi semprotan bahan bakar ke mesin sampai mendapatkan hasil pembakaran yang Ideal/sempurna (AFR yang ideal (tepatnya di 14,7)).sehingga emisi gas buangnya menjadi ramah lingkungan. 

oke Sekarang kita masuk keranah yang terkait dengan sensor O2 baik menambah Resistor, Seting CO dll nya.

coba simak dan telaah kembali dengan seksama dari pernyataan di atas yang di bold, kira kira ada hubungannya ga dengan pemasangan/penambahan Resistor di Sensor O2 atau klo di luar negeri sana di bilang bypass sensor O2 sekedar informasi yah untuk penambahn resistor O2 udah sejak lama ada loh bahkan sebelum rame di dunia per X-ride an, tapi buat di luar negeri banyak pengaplikasian ke sensor mobil, ga percaya silahkan buka Google biar nambah wawasan,. 
oke kita balik lagi membahas tegangan yang di hasilkan sensor O2 td, Sensor O2 menghasilkan tengangan, 0.5volt campuran terlalu kering lebih sedangkan di atas 0.5volt campuran akan basah, nah dengan menambah resitor pada sensor O2 maka akan merubah tegangan yang akan di hasilkan Sensor O2 sehingga akan membuat setingan menjadi rich/basah, dengan batas toleransi tertentu sesuai kebutuhan mesin berapa ohm resistor yang di butuhkannya, makanya ketika kita menambah resistor di sensor O2 maka tenaga motor pun berubah kan karena setingan menjadi rich/basah. dan tidak akan pernah lagi di temukan kasus kekeringan di mesin karena sensor udah dimanipulasi untuk menhasilkan tenggangan tertentu. maksudnya begini dalam kondisi normal si sensor O2 akan mengatur tengangan 0-1volt, maka akan kita jumpai dimotor standar/bore upan seting kekeringan karena mungkin saja sensornya hanya memberikan tengangan di bawah 0.5 volt sehingga setingan menjadi kekeringan/miskin bahan bakar, tapi dengan penambahan resistor ini maka tegangan minimal yang dihasilkan adalah 0.5volt, maka dari itu setingan motor tidak akan kekeringan karena tegangan sudah di jaga segitu, terus banyak kasus juga setelah pemasangan resistor ko malah boros bensin??? jelas saja karena setingan semakin kaya maka debit bahan bakar pun yang di butuhkan semakin banyak. dan bagaimana dengan kasus setelah beberapa lama pakai resistor terus lampu MIL nyala kode 24x nah berarti itu resistor putus akibat tegangan yang melewati resistor tersebut berada diatas ambang toleransi dari resistor tersebut. dan seudah putus resistornya tarikan motor bakal ga enak, ya jelas karena ecu ga menerima sinyal dari sensor O2 dan ECU jadi bingung harus berapa nih debit bahan bakar yang harus di semprotin banyak/sedikit dan ga berapa lama motor pun bakal mati, kalau ke BERES pasti suruh ganti, tapi cukup dengan mengganti resistor masalah bisa hilang. terkecuali sensor mengalami Sort yang memabuat sensor rusak, bisa sih di cek rusak apa engganya pake AVO meter, klo masih ada tegangannya berati sensor masih bagus klo engga berarti udah rusak, caranya tingga buka youtube aja banyak ko video nya. 

Terus bagaimana pengaruh O2 dengan setingan CO, apakah masih harus seting CO? terus berapa idealnya setingan CO? 
nah klo ini pertanyaan yang sering saya terima dari orang orang, berapa sih setinga CO yang pas buat motornya, tapi sebelum ngebahas setingan CO mari kita bahas dulu apakah setingan CO itu perlu dilakukan? sebenernya seting CO "tidak perlu" dilakukan karena konsumsi bahan bakar udah di atur oleh sensor O2 tadi jadi konsumsi bahan bakar akan tetap dalam kondisi ideal kalau motornya masih standaran, tapi buat motor yang udah melakukan ubahan alias engga standar lagi baik di knalpot,  busi racing,koil atau pun di mesin naik CC maka perlu di lakukan CO, karena sudah pasti dengan adanya perbuhan tersebut akan merubah juga kualitas gas buang yang dihasilkan yang akan mempengaruhi juga kinerja ECU, sebagai contoh perubahan kecil dengan mengganti Knalpot tanpa perubahan seting CO maka setingan motor akan kering dan mesin akan cepat panas, dengan penambahan setingan CO maka setingan debit bahan bakar akan diubah menjadi rich/basah range penambahannya tergantung tipe knalpot toreansi yang enak dari 3-5 saja untuk mesin standar tp ga menutup kemungkinan akan lebih tergantung kondisi mesin juga, wohh ternyata ribet juga ya??? engga ko klo kita pelajari akan mudah semuanya termasuk bakal ketemu setingan yang enaknya. Setingan CO ini akan memerintahkan ECU menyuplai lebih banyak lebih banyak lah ko bisa??? kan CO itu karbon monoksida ya karbon yang secara kovalen berikatan dengan satu atom oksigen,  iya iya kan nantinya berhubungan lagi sama sensor O2 dimana penambahan CO ini maka akan memberikan tegangan berbeda di sensor, balik lagi ke mekanisme kerja dari O2
  • Sensor O2 akan membandingkan jumlah O2 dari sisa pembakaran dengan O2 udara luar.
  • Selanjutnya hasil perbandingan O2 ini di konversikan oleh ZrO2 (Zirconia electrolyte) menjadi arus listrik.
  • Arus listrik inilah yang akan di kirimkan ke ECU sebagai informasi hasil pembakaran yang terjadi pada ruang bakar.
jadi dengan penambahan setingan CO maka akan merubah perbadingan O2 yang ada di udara luar dan sisa pembakaran, di dalam ECU sudah di atur Algoritma pemogramanya untuk hal ini. dengan penambahan CO maka Setingan motor akan berubah juga. dengan penambahan 1 setingan CO maka debit bahan bakar bertambah juga 0,05 cc dan selanjutnya. Sedangkan kalau dikurangi maka akan berkurang 0,05 cc, maka dari itu setingan CO berlebih atau settingan minus pun bisa berakibat mungkin tarikan agak enteng tapi tidak bertenaga, serta mesin panas. Seting CO itu tergantung motor, spek motor, tidak semua motor penambahan CO  nya sama menghasilakan tenaga yang sama loh.  karena akan tetap di pengaruhi kondisi kondisi yang udah saya jelas kan sebelumnya, 

tapi sah sah saja mau nambahin setinga CO berapa pun sesuai dengan Kebutuhan mesin. sampai ketemu setingan terenaknya, klo menurut temen saya yang seorang mekanik handal dan banyak ngoprek motor jadi kenceng katanya sih Setingan CO ga Pengaruh banyak juga  mau nambahin CO tinggi pun ECU bakal nyesuain lagi sesuai dengan kondisi mesin, tapi "ini hanya dalam kondisi tertentu". saya juga masih sering ko seting2 CO yang pas 

tapi tapi tapi setelah saya melakukan penggantian Sensor O2 ada perubahan nya loh setingan Co digedein malah ga enak padahal setingan segitu sebelum ganti Sensor Enak loh , penasaran??? ada ko postingan khusunya mengenai ini,

terus bagaimana dengan motor sekarang yang konon katanya ga bisa di seting CO nya kaya MIO M3 atau AEROX 155 VVA, kebetulan saya punya kedua motor tersebut. kalau ini lain soal dan ga perlu takut karena generasi ECU nya sudah lebih canggih lagi sensor O2 pun sudah lebih bagus lagi sehingga kebutuahn bahan bakar akan di sesuaikan dengan kebutuhan Mesin. wah enak donk, hal ini pun sama bisa kita temui kalau kita udah pake ECU racing di X-Ride g bakal repot lagi di pusingkan dengan Setingan CO. 

 masih mau lanjut??? bakal panjang banget ini tapi silahkan lanjut buat nambah wawasan.

Pembacaan Sensor O2 juga dipengaruh  kondisi lingkungan (Kualitas udara sekitar), makanya sering dirasain kan bedanya pas motor yang biasanya dari satu daerah ke daerah lainnya berbeda, contoh deh yang saya rasain begitu di jakarta motor enak banget tarikannya tp klo pulang ke sukabumi malah ga enak, dan ngecek kondisi busi pun lebih kering, nah kalau di sukabumi biasanya motor suka minta tambah setingannya tuh buat motor saya rx-robo minta di seting di angka 13 baru enak klo balik ke jakarta balikin ke 10 lagi, karena perbadaan kondisi udara maka akan berbeda juga. ingat balik lagi ke mekanisme kerja Sensor O2 yah mengenai hal ini.

terus ada hubunganya ga dengan penambahan alat tertentu dengan yang di tempel yang fungsinya memperbaiki udara masuk, SORRY GA NYEBUT MEREK GA IKLAN, nah dengan pemambahan barang tersbut dipercaya memperbaiki kualitas udara yang masuk singga merubah tenaga motor, wellss mungkin bener karena kualitas udara yang masuk akan mempengharuhi kinerja sensor O2 tersebut dan balik lagi ke mekanisme kinerja sensor untuk hal ini, pengaruhnya.

Dan apa pengaruh dari Jenis Bahan Bakar yang di gunakan??? kualitas bahan bakar juga berpeengaruh bukan perkara di oktan saja tapi kualitas nya pun pengaruh, hal ini berkaitan dari gas buat yang di hasilkan dari sisa pembakaran, bahan bakar dengan kualitas buruk akan menghasilkan karbon yang dapat menutup/mengotori sensor O2 sehingga tenaga menjadi berkurang, jadi semakin bagus bahan bakar nya akan semakin enak juga tenaganya dan dan cepat mengotori sensor O2.

Bagaimana Ciri-ciri jika sensor O2 Rusak?
  • Biasanya di tandai dengan lampu MIL menyala 24x (2 Panjang dan 4 Pendek), dan pada saat dipakai jalan lampu MIL manteng terus nyala, biasanya kan klo manteng terus nyala MIL nya kabel speedo putus tapi jika speedo meter tetep jalan berarti ada kemungkinan Sensor O2 bermasalah.
  • Motor Cepet panas dan Mati Mendadak, ini disebabkan pasokan debit bahan bakar yang masuk ke mesin ga sesuai terlalu irit sehingga membuat mesin cepat panas, klo terlalu panas motor akan mati sendiri karena ada Sensor Suhu nya, yang lebih parah bisa rusak tuh mesin akibat kepanasan dan dipaksain terus.
  • Konsumsi Bahan Bakar menjadi lebih boros, yah yah yah itu udah pasti karena debit bahan bakar ga teratur jadi bisa teralalu boros juga setingannya.  
  • Tenaga Motor Berkurang, udah pasti nih tenaga motor berkurang karena suplay bahan bakar ga bener.
Tapi tenang aja ko sensor ini termasuk awet ko ga bakal cepet rusak, alias awet wlpn di pake bertahun tahun, tapi yah perlu juga perawatan terlebih klo bahan bakar yang di gunakan ga bagus ,

Apakah bisa sensor O2 ini diperbaiki?
Kalau baca dan tonton Videonya di luar negeri sih bisa di Benerin dengan cara Bypass dengan menggunakan Resistor dengan ukuran tertentu, tapi saya sendiri belum pernah coba, karena dalam vide tersebut mereka punya alatnya khusus buat ukur grafik dari sensor O2, tapi kebanyakan bilang sensor O2 rusak ya udah rusak aja ga bisa diperbaiki lagi contoh kasus punya saya ada kerusakan di fisiknya jd ga bisa di benerin,, (ntar ada postingannya sendir yah,hihihi)

Apakah Sensor O2 bisa di Bersihkan, dan Bagaimana Perawatannya?
Jawabnya bisa di bersihkan, ada berbagaimacam cara untuk membersihkanya, bagusnya sih pake gelombang Ultrasonic biar kotoran yang melekat bisa rontok, tapi udah pasti bakal mahal bro klo bersihin pake begituan dan yang ada juga cuman bengkel-benghkel khusus doank (bengkel mobil biasanya), terus bisa ga nih benerin sendiri? , ya bisa donk tapi tetep harus hati hati, cara pembersihannya adalah dengan membersihkan bagian ujung Sensor O2 yang bolong-bolong dengan mengunakan Hamplas halus, INGAT JANGAN MENGGUNAKAN SIKAT KAWAT, loh kenapa ga boleh mengunakan sikat kawat buat bersihinnya, karena klo pake sikat kawat dikhawatirkan bisa merusak lapisan Zyrconium nya rusak, itu loh yang bagian putih di dalem Sensor O2 nya, beda dengan busi yang bisa pake sikat kawat, pokoknya jangan deh ya, atau bisa juga di semprot dengan mengunakan crab cleaner atau cleaner khusus sensor, klo mau nyari cleaner ini banyak ko di toko mobil, cuman harganya cukup lumayan juga kalau buat dipake sendiri,

nah bagitu mungkin artikel paling panjang sepanjang sejarah blog saya ini sampai berhari hari ngetiknya, mengumpulkan informasi lagi dari berbagai sumber yang terpercaya, yah kalau ada salah salah maaf namany juga masih belajar, dan hanya sekedar berbagi pengalaman dan sedikit ilmu yang di punya semoga bisa bermanfaat, dan nantikan lanjutan tentang Sensor O2 ini, di postingan selanjutnya.




Friday, April 8, 2016

CUKUP 500 RUPIAH BISA MANIPULASI SENSOR 02

Kali ini saya kasih tips yang sedang jadi trending topic, dengan 500 rupiah bisa manipulasi O2, Kok bisa??? , ya bisa lahh...!!!. tips ini sebenarnya sudah lama juga saya pun pertama kali tau di grup Nmax bulan desember 2015 buat mengakali sensor O2 biar memberikan debit bahan bakar lebih banyak, O2 sensor ditipu supaya AFR nya bisa basah.. gak ngikutin mapping defaultnya ECU  , kalau di grup Nmax yang saya tau mereka pasang sama Mekanik  BERES Yamaha Putra Bogor jalan merdeka no.50 bogor ( deket pasar mawar) (link nya BACA) . tapi saya sendiri belum coba pasang, sampai Kang Rhendy Pemilik Tista Matic Corner Mengujicoba tips ini di Motor X-ride yang di Boreupnya dan Boomm hasilnya pun memuaskan.  biasanya klo mau manipulasi sensor O2 kita   membutuhkan "biaya" yang besar seperti beli piggy back atauy C*** POwer atau Ganti ECU after market yang pasti sangat mahal ,  tapi kita bisa loh memangkas anggaran yang besar itu dengan mengeluarkan uang cukup 500rupiah plus plus. yang pasti masih low budget deh, klo ada yang murah kenapa harus pake yang maahal mending duitnya dipake buat beli racun yang lainnya betul engga.


terus gimana caranya???

gampang tinggal beli aja tuh resistor ukuran 1 ohm ditoko elektronik harganya cuma 500 rupiah doank ko. apa cuma itu aja yang dibeli tentu tidak biar pas pemasangan aman maka perlu tambahan lainnya yang pasti ga sampe 10rebu. nih di list in deh yang harus dibeli biar pas beli ga malu klo cuma 1 doank
  • resitor 1 ohm 1 watt
  • kabel bakar/selang bakar/heatsrink 



  • kabel bakar/selang bakar/heatsrink 

nah buat kedua barang yang beli diatas murah ko, resistor cuman 500rupiah , kabel bakar 1 meter cuma 5rb, nah pas beli kabel bakar beli nya yang ukuran kecil yah biar pas masnag nanti passs.. 

itu aja cukup, buat alat tambahan lainnya 
  • solder
  • timah
  • lottfet (pasta buat solder)
  • gunting 
  • korek api
  • dll
klo ga punya peralatan diatas bisa minjem dulu punya tetangga sebelah. 

terus gimana cara pasangnya ???

yuuuk simak.
pertama tama pasti donk harus bongkar bodi motor dulu trus cari deh socker sensor O2 nya , jika di perlukan lepas juga tuh sensor O2 dari mesin biar gampang pas nyodernya , cuman buat lepas sensor O2 rada ribet paling simpel yah solder langsung di tempat alias ga usah lepas sensor O2 , 

kalu udah siap semua perlatan terus potong kabel sensor O2 dari ujung socket nya kira-kira 3cm aja, terus potong deh ujung kawat resitor, kerok sedikit resistornya , tujuanya biar pas disolder kuat karena kalo di panjangin kawatnya riskan tuh kawat putus makanya kita potong aja biar aman. klo udah tinggal di solder deh si resitor ke kabel yang udah di potong tadi, oh iya sebelum di solder usahakan masukin dulu tuh kabel bakar 


tips nih pas solder , gunakan lottfet di ujung resistor dan kabel sebelum dikasih timah alias di solder biar timah kepasang kuat . kenap harus pake lotfet ??? biasanya kadang-kadang timah ga bisa nempel di kabel makanyta kita gunain lotfet atau pasta buat solder biar hasilnya masksimal. karena dari hasil yang saya coba agak susah nempel timah ke kabel. 









kalau udah di solder kaya gambar di atas , tinggal di tutup deh sama kabel bakar biar si resitor ga kebasahan dan yang pasti bikin kuat, dari sekedar di solasi, inget kan selongsong kabel bakar mesti dimasukin dulu sebelum kabel di sambung, pinter pinter sendiri deh, nah klo udah di masukin tuh selongsong kabel bakar geser aja ke resitor terus bakar pake korek, 






 kalau udah semua tinggal pasang deh dan siap gas gas gas.


dan ini komentar kang Rhendy setelah mencoba nya!!!!
berhasil juga bikin ruang bakar sempurna...insyaallah buat yg ga mau lost kompresi atau yg dah BU biar ga kekeringan cukup dengan modal ga lebih dr 1000 perak...mesin bisa jauh lebih awet tarikan juga jadi nambah responsif di rpm atasnya


dan hasilnya seperti foto di atas, pembakaran sempurna warna busi merah bata di motor boreupan nya kang rhendy.

nah kalau kang Rhendy kan uji cobanya di motor Boreupan tuh, nah Kalu saya sih ujicoba di motor Standaran

terus gimana di motor Standaran???

sebernya motor standaran ga begitu perlu dibikin macem kaya bagitu karena nantinya pembakaran terlalu basah. alias kebanyakan bensin dari pada campuran udara, 

Tapi karena saya penasaran akhirnya saya juga cobain deh pakein resitor di O2 walaupun yang saya pake sedikti berbeda dengan kang rhendy karena punya saya pake sambungan biar gampang di lepas klo hasilnya kurang maksimal namanya juga masih ujicoba, cuman mungkin klo yang saya coba ini ga disaranin di tiru klo ga berani mental menaripin kaya begini dimotor standar

tapi biar pembaca tidak tersesat dikasih info dulu nih motor saya kaya gimana, motor saya emang standar dari segi CC, cuman udah di Porting Pholis, TB udahlepas satu koin dan saluran udara sekundernya udah ditutup, Busi Bosch Iridium, Filter  udara ferrox, stelan Klep in 10 ou 15, knalpot KLX dan Setingan CO +4, 

Cara saya ini sangat tidak disarankan DO WITH OWN YOUR RISK ,  karena efek dan akibatnya mungkin akan berbeda di motor lain. kalau mau coba tanggung sendiri resikonya, karena pas uji coba belum langsung di solder pas dikostan karena keterbatasan kunci kunci, next time saya bakal coba langsung solder deh resistor tapi seudah hari tenang yah. karena hari minggu nanti mau MERIED dulu. hihihihi...!!! 


nah langsung aja yah tanpa pake basa-basi yang ga penting kaya di atas, nih setelah dipasang saya uji coba sekalian waktu itu mau beli makan, yah dari hasil yang saya coba kerasa banget perbedaannya, kaya gimana yah,. pokoknya motor tuh beda banget tarikannya dari bawah sampe atas kerasa lebih ngisi, sebelum pasang sih engga kaya begitu tarikan motor. pokonya kerasa beda jauh dari tarikan yang sebelumnya malahan tuh motor suka maen nyelonong aja jadi harus siap siap rem bawaanya pengen ngacir terus, kalau itu di motor standaran versi saya. tapi buat motor yang 100% masih standar belum saya coba karena belum ada yang dipake buat kelinci percobaannya.hihii


so kalau mau coba silahkan tapi tetep disaranin buat mesin yang ubah CC, tp ga ada salahnya juga mesin standaran yang udah ada ubahan diknalpot dan lain sebagainya kaya saya biar kerasa beda yah silahkan coba resiko tetap tanggung sendiri, kalau ada kesempatan nanti saya update lagi hasil lainnya. 

Intinya sih motor standar bisa sekali menggunakan metode ini, asal dengan panduan ahli, dan dengan seting CO yang pas maka akan di dapatkan hasil hasil yang "menakjubkan" selamat mencoba.

see u guy,,, 

UPDATE.
disela sela waktu senggang dan menikmati Indanhnya bulan madu, hahaha.. saya sempatkan mencoba langsung solder resitor ke Kabel Sensor O2 , dan setelah dilakukan "uji coba" tarikan motor masih sama saja dengan cara saya di atas mengguiakan socket, namun tarikan mesin terasa lebih halus bawah terasa lebih ngisi tenaganya dan lebih lembut, dan yang paling membedakan adalah suara mesin seperti apa gitu dan knalpot KLX saya pun lebih ngebass lagi, buat konsumsi BBM masih di lakukan tes , rencananya motor mau dibawa plng lagi ke jakarta buat mulai kerja. kita liat jarak yang bias di tempuh sukabumi jakarta 127km biasa memnghabiskan Full tank dimotor saya kadang kadang di tengah jalan pun sudah isi lagi, kita ujicoba perubahannya sesudah menggunakan resistor di motor standar. 

UPDATE. 14/04/2016
Setelah melakukan ujicoba jarak tempuh, terbukti dengan menggunakan resistor mampu mebuat irit bahan bakar, di ujicoba jalan dari sukabumi-jakarta(cempaka putih) via cihideung yang banyak tanjakan, dan beban motor kemaren banyak banget plus bonceng istri, biasanya perjalanan ke jakarta bawa barang seadanya dan sendiri , bisa menghabiskan bahan bakar full tank, dan biasanya suka isi bensin lagi di pertengahan perjalanan atau sekitaran pramuka , atau deket2 kostan di cemapaka putih, karena indikator bensin udah menunjukan minta di isi, namun kemaren dengan jarak yang sama dan beban motor yang lebih berat, kecepatan masih rata rata kemaren, konsumsi bahan bakar kira kira setengah dari tank bensin xride, klo sblm berangkat isi besin biar full kira kira 15ribu, yah klo isi pertamax 2 liter lebih, dengan jarak tempuh kira kira 127km sampe kostan dari sukabumi, ini merupakan pemecahan rekor terbaik dalam konsumsi bahan bakar  walaupun di tengah perjalanan terkendala resistor putus dan membuat lampu indikator menyala. tapi untuk hasil konsumsi bahan bakar yang saya rasakan sama seperti motor saya masih standaran pas pertama keJakarta, klo rajin baca blog saya pasti sudah tau spek RX_ROBO seperti apa, dan masalah konsumsi bahan bakar boros banget. dan sekarang terasa irit, 

UPDATE 15/04/2016
Kiri busi standar CR7HSA Kanan busi bosch platinum iridium Hasil test merah bata. Sblmnya putih setelan CO +4 .
perbedaan tenaga.
Busi standar tarikan motor masih terasa kurang enak, sedikit lemot tarikan awal. Ganti lagi pake Bosh Tarikan bawah enak buka gas 0-40-60 cepet, geber jalan lurus pulomas arah cempaka putih kec hampir sampe 90kpj. G ada rasa brebet seperti sebelumnya pas hampir sampe 90kpj. Ga d terusin lagi krn ga punya nyali lagi. Klo hrs lbh dr segitu . 


Cukup sekian dan terima kasih. 
 ***spek motor, porting polish, koin TB lepas satu by.kang dava , Saluran udara skunder TB dtutup. Filter ferox, CO +4, klep in 10 out 15.
Spek Cvt secondary costum by Walang + costum secret cvt by-me, roller 8gr. Rumah roller ubah derajat coak got roller.
Ban depan 90/90 belakang 110/80. Bagasi isi full kunci2 sktr 4-5kilo. Berat badan 67kg.
Kasih detail biar ga dsebut bohong, pembohong, dan ngebohongi.


DO IT WITH YOUR OWN RISK